Minggu, 09 Oktober 2011

Keajaiban Hati

Berikut ini adalah untaian kata dari Sdr. Immun El Blitary (Penyadur
buku Pandangan Al Ghazali Tentang Rahasia Keajaiban Hati)

Assalamu'alaikum Wr Wb

Bismillaahirrahmaanirrahiem


Hati adalah merupakan sarana untuk ma'rifah (mengenal) Allah dan
bukan anggota badan yang lain. Dengan hati manusia mendekati
(taqarrub) kepada Allah, dan dengan hati pula manusia mengenal Allah.

Sebaliknya anggota badan hanyalah sekedar pengikut, pelayan dan alat
yang digunakan oleh hati. Ia dipakainya laksana pemilik memakai
budaknya, pemimpin menerima layanan rakyatnya, dan pekerja bagi
perabotnya.

Manakala manusia itu selamat sejahtera dari selain Allah, maka
Hatilah yang diterima di sisiNya. Hati akan memperoleh kemenangan dan
kebahagiaan, apabila ia mau dan mampu mensucikan dirinya. Sebaliknya,
ia akan terhijab (terhalang, terdinding) dari Allah, manakala
tergiur, atau tenggelam pada selain dariNya. Lebih-lebih ia akan
memperoleh kekecewaan dan kesengsaraan, manakala hatinya kotor dan
rusak.

Apabila manusia telah mengenal hatinya, maka berarti manusia itu
mengenal dirinya. Konklusinya, bila hati tidak dikenal oleh manusia,
maka manusia tidak mengenal dirinya. Begitu juga, apabila manusia
tidak mengenal dirinya, maka ia tidak akan mengenal Tuhannya. Dan
barangsiapa tidak mengenal hatinya, maka ia lebih tidak mengenal lagi
akan lainnya, karena kebanyakan manusia, tidak mengetahui hatinya dan
dirinya sendiri.

Orang tidak mengenal hatinya untuk bermuraqabah, menjaga dan
mengintip apa yang tampak dari dan dalam gudang alam malakut, maka
orang tersebut termasuk dalam golongan sebagaimana difirmankan Allah
dalam Al Qur'an :

Artinya ; "Mereka yang telah melupakan Allah, lalu Allah melupakan
mereka kepada dirinya sendiri. Itulah orang-orang yang fasiq."

Mengenal hati, hakekat dan sifat-sifatnya itu adalah pokok agama dan
merupakansendi bagi orang-orang yang sedang menekuni jalan menuju
Allah (salik).

Pembahasan mengenai hati ini begitu panjang dan mendalam, sehingga
segala rahasia serta keajaiban yang terkandung didalamnya bisa
terungkap dan tersingkap.

Untuk memberikan jalan yang mudah dalam memahaminya kami mencoba
menyederhanakan bahasanya, dan juga mengenai hal-hal yang tidak
penting mencoba menyingkatnya.

Kiranya saduran ini akan bermanfaat dalam usaha menuju mencerdaskan
kehidupan bangsa, utamanya dalam pembangunan mental spiritual.

Kepada Allah juga segala persoalan kita kembalikan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar